Pemberian Pakan yang Benar untuk Ternak Itik

pemberian pakan itik

Pakan Tambahan dari Jagung dan Dedak
Pemeliharaan itik dengan cara di atas tidak salah. Dari segi usaha cara tersebut justru baik karena peternak mendapatkan telur tanpa mengeluarkan biaya untuk pakan atau biayanya kecil sekali. Namun, kelemahan dari cara pemberian pakan seperti di atas ialah peternak tidak tahu kalau itik-itik telah mendapatkan pakan yang cukup dalam kuantitas dan kualiilfas. Hal ini penting karena akan berpengaruh terhadap kemampuannwa menghasilkan telur.

Kelemahan yang lain ialah bila tidak musim panen, itik tersebut tidak menghasilkan telur. Ini berarti pendapatan peternak dari telur terhenti sehingga peternak terpaksa melakukan “ijon”, yaitu meminjam uang yang-akan dibayar dengan telur. Sistem itu tentunya merugikan peternak karena telurnya selalu dihargai lebih murah. Biasanya jangka waktu berproduksi itik-itik yang dipelihara seperti di atas pendek, yaitu antara 3-4 bulan. Masa produksi tersebut dapat diperpanjang sampai sekitar 6 bulan bila diberikan makanan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Bahan Pakan Tambahan
Perlu diketahui bahwa daging dan telur itik terdiri dari zat-zat gizi seperti air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang semuanya berasal dari pakan. Bila itik digembalakan di sawah, protein, lemak, dan mineral diperoleh dari cacing, siput, dan binatang kecil lain. Adapun karbohidrat didapat dari padi yang tercecer, sedangkan vitamin, selain dari bahan-bahan yang telah disebutkan, juga diperoleh dari tumbuh-tumbuhan kecil yang ada di tempat penggembalaan.

Zat-zat gizi tersebut juga terdapat dalam bahan-bahan pakan seperti jagung, dedak, dedak gandum atau polar, tepung ikan, tepung daging campur tulang, bungkil kelapa, kedelai atau kacang, campuran vitamin, dan campuran mineral buatan pabrik. Kadang-kadang juga digunakan minyak atau lemak, kulit kerang, dan bahan-bahan lainnya.

Agar dapat menguasai kemampuan memberi pakan, Saudara perlu mengetahui manfaat dari bahan-bahan pakan tersebut. Manfaat utama bahan pakan tersebut adalah sebagai sumber karbohidrat dan lemak yang menghasilhan energi. Namun, bahan tersebut juga mempunyai manfaat lain karena mengandung air walaupun sedikit, protein, vitamin, dan mineral.

Membuat Pakan Itik
Cara membuat ramuan pakan ada dua cara, yaitu dengan menggunakan campuran konsentrat, jagung, dan/atau dedak serta dengan metode coba-coba.

  1. Menggunakan campuran konsentrat, jagung  dan/atau dedak
    Konsentrat untuk unggas merupakan campuran bahan-bahan yang mengandung protein tinggi, tetapi energi rendah. Oleh karena itu, penggunaannya harus dicampurkan dengan bahan sumber energi.
  1. Menyusun pakan dengan metode coba-coba
    Untuk membuat pakan itik dengan kandungan gizi tertentu (biasanya yang menjadi patokan ialah protein dan energi metaboIis) yang terdiri dari beberapa bahan, perlu dihitung jumlah ba­han yang akan digunakan. Caranya dengan metode “coba-coba”. Dalam metode ini, penyesuaian bahan pakan dilakukan dengan cara mengurangkan dan menambahkan banyaknya masing-masing bahan pakan yang digunakan hingga sesuai dengan yang dikehendaki. Bagi yang sudah berpengalaman, metode ini tidak sulit, tetapi bagi pemula perlu bimbingan.

Bentuk Pakan yang Cocok untuk Itik

Pabrik pakan memang menghasilkan “pakan jadi” dalam tiga bentuk, yaitu halus (mash), butiran (crumble), dan batangan kecil atau pelet (pellet). Sebenamya pelet merupakan hasil pemadatan dari bentuk halus, sedangkan butiran merupakan pelet berukur-an kecil. Oleh karena untuk menghasilkan pelet dan butiran diperlukan proses lebih lanjut setelah bentuk halus maka harga pelet dan butiran lebih mahal dari bentuk halus.

Kelebihan pelet dan butiran dari bentuk halus adalah dalam setiap butirnya terdapat semua pakan yang digunakan. Walaupun telah tercam-pur, tetapi bahan-bahan pakan yang terdapat dalam pakan bentuk halus masih tetap terpisah-pisah. Semua bentuk pakan itik baik untuk digunakan, asal cara pemberianya benar. Berikut cara pemberian masing-masing bentuk pakan   tersebut.

  1. Bentuk halus
    Pakan bentuk halus jangan diberikan dalam bentuk kering, melainkan halus basah. Paruh itik yang lebar dan bergerigi sulit untuk mengambil pakan halus dan kering. Bila terpaksa memakan pakan halus kering, sebagian dari pakan tersebut akan menempel di paruhnya. Pakan yang sudah masuk ke dalam rongga mulut akan melekat di langit-langit rongga mulut, lidah, dan tenggorokan. Keadaan ini akan merangsang itik untuk minum agar mudah menelan. Pada saat minum, sebagian dari pakan yang ada di rongga mulut dan paruh akan tertinggal di dalam air minum dan terbuang. Hal ini merupakan pemborosan. Berdasarkan pengamatan, pakan yang tercecer dalam air minum tersebut dapat mencapai 20—30% dari yang dimakan.
  2. Bentuk butiran
    Bentuk butiran dapat diberikan secara kering, terutama untuk itik setelah berumur 1 minggu.
  3. Bentuk batang atau pellet
    Itik dewasa masih dapat memakan pelet dengan panjang sampai 1 cm dan garis tengah sampai 0,5 cm tanpa kesulitan menelan

Lanjutan halaman ini >>

Baca juga MENGATASI KEGAGALAN PENETASAN TELUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *