Mengetahui Perkembangan Embrio Ayam Secara Berkala

perkembangan embrioMengetahui Perkembangan Embrio Ayam Secara Berkala – Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. Selama berkembang, embrio  memperoleh makanan dan perlindungan dari telur yang berupa kuning telur, albumen, dan kerabang telur. Itulah sebabnya telur unggas selalu relatif besar.

Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat dengan mata telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar. Namun, untuk menggambarkan bagaimana perkembangannya, berikut dijelaskan ciri-ciri embrio ayam pada berbagai umur.

Dalam perkembangannya, embrio dibantu oleh kantung kuning telur, amnion, dan alantois. Kantung kuning telur yang dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi sebagai pembawa oksigen ke embrio, menyerap zat asam dari embrio, mengambil sisa-sisa pencernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois, serta membantu mencerna albumen.

  1. Umur satu hari
    Bentuk awal embrio hari pertama belum terlihat jelas. Sel benih berkembang menjadi bentuk seperti cincin dengan bagian tepinya gelap, sedangkan bagian tengahnya agak terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi dan dinamakan zygot blastoderm
    Sekitar 15 menit sesudah pembuahan, mulailah terjadi pembiakan sel-sel sebagai awal perkembangan embrio. Jadi, di dalam tubuh induk sudah terjadi perkembangan embrio.
  2. Umur dua hari
    Bentuk awal embrio hari kedua mulai terlihat jelas. Pada umur ini sudah terlihat primitive streak (suatu bentuk memanjang dari pusat blastoderm) yang kelak akan berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garis-garis warna merah yang merupakan petunjuk dimulainya sistem sirkulasi
  3. Umur tiga hari
    Pada hari ketiga ini, jantung sudah mulai terbentuk dan ber-denyut serta bentuk embrio sudah mulai tampak. Dengan meng-gunakan alat khusus seperti mikroskop dapat dilihat gelembung be-ning, kantung amnion, dan awal perkembangan alantois. Gelembung-gelembung bening tersebut nantinya akan menjadi otak. Sementara kantong amnion yang berisi cairan warna putih berfungsi melindungi embrio dari goncangan dan membuat embrio bergerak bebas.
  4. Umur empat hari
    Pada hari keempat ini mata sudah mulai kelihatan. Mata terse­but tampak sebagai bintik gelap yang terletak di sebelah kanan jan­tung. Selain itu, jantung sudah membesar.
    Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat otaknya. Otak ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.
  5. Umur lima hari
    Hari kelima ini embrionya sudah mulai tampak lebih jelas. Kun-cup-kuncup anggota badan sudah mulai terbentuk. Ekor dan kepala embrio sudah berdekatan sfehingga tampak seperti huruf C.
    Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat bahwa telah ter-jadi perkembangan alat reproduksi dan sudah terbentuk jenis kela-minnya. Sementara amnion dan alantois sudah kelihatan.
  6. Umur enam hari
    Pada hari keenam ini kuncup-kuncup anggota badan sudah mu­lai terbentuk. Mata sudah tampak menonjol. Dengan mikroskop dapat dilihat bahwa rongga dadanya sudah mulai berkembang dan jantung sudah membesar. Selain itu, dapat dilihat otak, amnion dan alantois, kantong kuning telur, serta paruhnya.
  7. Umur tujuh hari
    Pada umur tujuh hari, paruhnya sudah tampak seperti bintik gelap pada dasar mata. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat ba-gian tubuh lain sudah mulai terbentuk, yaitu otak dan leher.
  8. Umur delapan hari
    Pada hari kedelapan ini, mata embrio sudah jelas terlihat.
  9. Umur sembilan hari
    Umur sembilan hari ini lipatan dan pembuluh darahnya sudah bertambah serta jari kakinya mulai terbentuk.
  10. Umur sepuluh hari
    Umur sepuluh hari ini biasanya paruhnya sudah mulai keras. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat folikel bulu embrio yang mulai terbentuk.
  11. Umur sebelas hari
    Embrio pada hari kesebelas sudah tampak seperti ayam. Embrio ini menjadi semakin besar sehingga yolk akan semakin menyusut dan paruhnya sudah mulai terlihat jelas.
  12. Umur dua belas hari
    Embrio umur dua belas hari sudah semakin besar dan mulai masuk ke yolk sehingga yolk semakin kecil. Mata sebelah kanan mulai membuka sedikit, sedangkan telinganya sudah mulai terlihat. Jari kakinya sudah terbentuk dan sudah tampak permulaan pertum-buhan bulu bagian bawah.
  13. Umur tiga belas hari
    Pada hari ketiga belas sisik dan cakar sudah mulai tampak jelas.
  14. Umur empat belas hari
    Embrio umur empat belas hari ini sudah tampak punggungnya meringkuk atau melengkung. Sementara bulu hampir menutup selu-ruh tubuhnya.
  15. Umur lima belas hari
    Pada umur lima belas hari ini biasanya kepala embrio sudah mengarah ke bagian tumpul dari telur.
  16. Umur enam belas hari
    Embrio pada umur enam belas hari sudah mengambil posisi yang baik di dalam kerabang. Sisik, cakar, dan paruh mulai mengeras dan bertanduk (lihat gambar hal. 41).
  17. Umur tujuh belas hari
    Pada umur tujuh belas hari ini paruh embrio sudah mengarah ke kantung udara
  18. Umur delapan belas hari
    Pada umur delapan belas hari ini embrio yang sudah tampak jelas seperi ayam akan mempersiapkan diri untuk menetas. Jari kaki, sayap, dan bulunya berkembang dengan baik
  19. Umur sembilan belas hari
    Pada umur sembilan belas hari biasanya paruh ayam ini sudah siap mematuk atau menusuk selaput kerabang dalam
  20. Umur dua puluh hari
    Pada umur dua puluh hari ini kantung kuning telur sudah masuk seluruhnya ke dalam rongga perut. Embrio ayam ini hampir menempati seluruh rongga di dalam telur, kecuali kantung udara.
    Pada hari kedua puluh ini terjadi serangkaian proses penetasan yang dimulai dengan kerabang mulai terbuka. Untuk membuka kera­bang ini, ayam menggunakan paruhnya dengan cara mematuk. Se-makin lama kerabang akan semakin besar membuka sehingga ayam dapat bernapas. Pada saat ini kelembapan sangat penting agar pengeringan selaput kerabang dan penempelan perut pada kerabang dapat dicegah. Selanjutnya ayam memutar tubuhnya dengan bantuan dorongan kakinya. Dengan bantuan sayapnya, keadaan pecahnya kerabang semakin besar.
  21. Umur dua puluh satu hari
    Pada hari kedua puluh satu ini ayam sudah membuka kera-bangnya walaupun belum seluruhnya. Dari keadaan ini biasanya tu-buh ayam memerlukan 12-18 jam untuk keluar dari kerabang. Setelah keluar dari kerabang, tubuhnya masih basah (lihat gambar-gambar hal. 44). Agar kering, diperlukan waktu sekitar 6-12 jam. Bila sudah kering, ayam tersebut dapat dikeluarkan dari dalam ruang mesin penetas.

Baca Juga Mitos Dan Fakta Tentang Kesuburan Pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *