Apa Penyebab Lonjakan Gula Darah Pada Penderita Diabetes Tipe 1?

type 1Pada penderita diabetes tipe 1, pankreas yang dibutuhkan untuk mengangkut gula dari darah ke sel jumlahnya tidak cukup, bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pankreas sebagai produsen insulin. Akibatnya, insulin tidak tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak diproduksi sama sekali.

Apa penyebab lonjakan gula darah pada penderita diabetes tipe 2?

Pada diabetes tipe 2, lonjakan kadar gula darah bukan karena tidak adanya insulin. Insulin diproduksi cukup dan pankreas berfungsi seperti seharusnya. Namun, insulin yang diproduksi tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Insulin tidak bisa mengangkut gula dari darah ke sel karena ada gangguan keseimbangan hormon.

Apa penyebab diabetes secara spesifik?

Akar permasalah memang ada pada insulin, namun masalah yang terjadi pada insulin itu juga pasti mempunyai sebab. Beberapa penyebab terjadinya masalah pada insulin secara lebih spesifik :

•    Terjadinya serangan virus pada pankreas, sehingga pankreas tidak berfungsi sebagai mana mestinya bahkan bisa kehilangan fungsinya sama sekali.
•    Kehamilan, hal ini sering terjadi pada wanita yang sedang hamil. Diabetes yang terjadi disebut diabetes gestasional
•    Menderita penyakit degeneratif seperti kanker, jantung dsb.
•    Terjadi penyusutan sel di pankreas yang fungsinya untuk memproduksi insulin. Ini biasanya terjadi karena faktor keturunan
•    Menderita penyakit otoimun seperti lupus dsb
•    Terjadi resistensi insulin atau ketidak pekaan insulin terhadap gula
•    Terjadi sensitivitas sel, sehingga tidak peka untuk bisa menerima gula yang diangkut oleh insulin

Apakah diabetes bisa sembuh dengan obat?

Sepertinya, telah terjadi kesalah fahaman di masyarakat luas. Kebanyakan, masyarakat mengira bahwa obat-obatan medis diabetes bisa mengatasi diabetes secara penuh. berbeda dengan obat tradisional diabetes dari bahan alami.

Faktanya, obat penurun gula darah yang sering dieberikan dokter hanya mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah saja. Sebelum diberikan penanganan yang tepat, harus terlebih dahulu diketahui jenis diabetes yang diidap. Setelah itu, baru diatasi penyebabnya.

Mengukur kadar gula darah

Untuk mengetahui bahwa kadar gula itu tinggi, maka harus dilakukan pengukuran secara akurat. Pengukuran ini akan mengetahui tingkat keparahan dan klasifikasi dari penyakit yang diderita tersebut. Dengan pemeriksaan yang lengkap, bisa diketahui apakan seseorang tersebut mengidap diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2.

Sebelum mengidap diabetes, seseorang biasanya mengidap pre-diabetes terlebih dahulu. Keadaan ini terjadi dimana kadar gula darah sudah melampaui batas normal, tetapi belum bisa dikategorikan sebagai diabetes melitus. Keadaan ini jika dibiarkan bisa berkembang menjadi diabetes melitus.

Konsumsi makanan dan camilan pada waktu yang konsisten setiap hari, dan konsumsilah karbohidrat dalam jumlah yang tetap hari demi hari

Pendekatan yang umum dilakukan untuk mengatur kadar gula darah disebut penghitungan karbohid rat, yang berkaitan dengan penghitungan total gram karbohidrat atau sajian karbohidrat (mengandung 15 g karbohidrat per sajian) pada setiap makanan dan camilan. Hal ini berbeda dengan penghitungan kalori atau gram lemak yang harus dihitung dalam jumlah total per hari untuk melihat apakah target terpenuhi.

Jika menghitung total karbohidrat, maka Anda harus tahu iumlah yang biasanya Anda konsumsi dalam setiap makanan dan camilan (bukan total dalam satu hari) karena karbohidrat biasanya memiliki efek puncak padakadar gula darah 90-1,20 menit sesudah makan. Jadi untuk sarapan setiap hari, lebih baik Anda mengonsumsi iumlah karbohidrat yang sama jika ingin menjaga kestabilan kadar glukosa darah (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah) setelah sarapan dan sebelum makan siang. cara mengobati penyakit diabetes melitus secara alami Anda pun disarankan untuk mengonsumsi jumlah karbohidrat yang biasa setiap hart saat makan siang, makan malam, dan untuk camilan.

pri_1447217447Jika jumlah asupan karbohidrat berubah-ubah setiap hari, maka kadar gula darah Anda akan menjadi kacau (kecuali Anda bisa menyesuaikan dosis insulin untuk setiap variasi asupan karbohidrat). Seperti tedihat pada Tabel 4.1.,jika Anda mengonsumsi 55 g karbohidtat untuk makan malam hati ini dan malam berikutnya Anda mengonsumsi pasta yang mengandung 130 g karbohidrat, maka kadar gula darah saat tidur akan lebih rendah setelah makan 55 g karbohidtat dan lebih tinggi setelah makan 130 g karbohidrat.

Dokter dapat membantu Anda menghitung jumlah insulin tambahan yang Anda butuhkan untuk mengatasi karbohidrat ekstra yangterdapat dalam pasta sehinggakadar glukosa setelah makan tetap betada dalambatasan yang normal (kurang dari 180). Akan tetapi, asupan karbohidrat yang konsisten akan mempermudah pengontrolan kadar gula darah Anda.

•    Kurangi atau hindari minuman dengan pemanis alami dan buatan. Jauhi soda danfruit pwruch, batasi jus buah segar hingga 1,20 ml per hari karena karbohidrat cair menvebabkan kenaikan kadar gula yang sangat cepat.

•    Sesuaikan waktu pemberian insulin dengan jam makan. Beberapa insulin kerja cepat harus dikonsumsi 30 menit sebelum makan dan insulin kerja sangat cepat dapat digunakan beberapa saat sebelum makan. Tanyakanwakru yang paling tepatpada dokter Anda.

Total Lemak Tubuh Harus Kurang Dari 12% Bahkan Mungkin 1070 Sebelum Otot Perut Dapat Terlihat

Untuk orang yang sangat sibuk, ada alat olahraga yang menghantar keiutan-keiutan listrik kecil ke otot perut dan perut rata pun bisa dimiliki tanpa banyak berkeringat. Kebenaran di balik semua ini adalah, sekeras apa pun olahragayang Anda lakukan (atau peralatan apa puri yang Anda beli dengan “cicilan ringan”), perut yang nta ttdak akan Anda dapatkan selama ada lapisan lemak yang menutupi otot tersebut. Lagipula, dibutuhkan persenrase lemak tubuh yang sangat rendah jika kita ingin tampil seperti model iklan yang tamping. Tidak ada cara yang ampuh untuk mengurangi lemak di bagian perut. Jadi Anda bisa melakukan sit-up atau menggunakan alat pengecil perut selama empat puluh menit sehari, tetapi jika Anda tidak mengurangi lemak di tubuhyang biasanya teriadi seiring dengan penurunan berat badan maka otot perut tetap tidak akan terlihat.

Berat Badan Penting Pada Pencegahan dan Pengobatan Diabetes

Lose weight nowSekarang Anda telah memahami rumus baku tentang keseimbangan energi. Sebenarnya, Anda mungkin sudah sejak lama “mengetahuinya Berita menggembirakannya adalah Anda bisa menggunakan rumus ini sebagai cara untuk memperoleh dan mempertahankan berat badan yang sehat. Bab 1 menjelaskan secara singkat bagaimanakelebihan berat badan mengubah cara tubuh memetabolisir makanan sehingga meningkatkan kadar gula darah atau menstabilkan dengan obat kencing manis kering. Jadi, menjagaberat badan dengan cermat adalah kunci setiap program pencegahan atau pengobatan diabetes.

Buku ini akan menjelaskan program untuk mempertahankan berat badan sehat yang sudah teruji. Bagarmana kita tahu hal itu akan berhasil? Program tetsebut berdasarkan prinsip yang sudah teruii dan terbukti secara klinis, yaitu Diabetes Prevention Program (DPP). Kami akan membagikan pada Anda pelaiaran yang dipetoleh selama pengembangan dan pelaksanaan DPP, penelitian-penelitian lain, serta kisah orang-orzng yang telah berhasil dalam program ini. Selaniutnya kami akan menielaskan secara singkat tentang perkembangan ilmu untuk mencegah dan mengobati diabetes. Kemudian kami akan menielaskan cara menerapkan prinsip-prinsip tersebut agat Anda berhasil.

 

Bukti Gaya Hidup Berpengaruh: Diabetes Prevention Program

Bukankah Anda sudah mengetahui banyak hal tentang program diet, dan olahraga? Kalau Anda tidak tinggal di dalam gua dan terisolir dari segala bentuk komunikasi , maka mungkin Anda tahu sesuatu.

Tips Menjaga Kesehatan Pengidap Diabetes

Ada 4 hal yang harus dilakukan oleh pengidap penyakit diabetes:

  1. Berolahraga
  2. Konsumsi makanan yang sehat
  3. Konsumsi obat diabetes setiap hari
  4. Cek kadar gula secara teratur

Jika hal di atas tidak dilakukan akan menimbulkan komplikasi terhadap organ lain seperti gagal ginjal, retinopati diabetes, jantung, stroke dll. Dokter akan menyarankan kepada pengidap diabetes untuk tetap menjaga kestabilan kadar gula darah untuk menghindari komplikasi tersebut.
Mari kita bahas lebih lanjut tips menjaga kesehatan bagi pengidap penyakit diabetes:

Berolahraga

Berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga berat badan stabil serta membantu kerja insulin. Denga berolahraga glukosa di dalam tubuh akan dirubah menjadi energi.

Olahraga dapat dilakukan kapanpun misalkan membersihkan rumah, lebih memilih naik tangga daripada naik lift, berkebun, jalan kaki, bersepeda dan lain sebagainya. Ada baiknya Anda juga dapat berkonsultas terlebih dahulu kepad dokter yang menangani Anda untuk menentukan olahraga yang cocok dengan kesehatan Anda.

Konsumsi Makanan Yang Sehat
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat mempengaruhi kadar gula darah. Maka dari itu ada konsumsilah makanan yang sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Hindari makanan cepat saji, gorengan, keripik, biskuit dan makanan manis lainnya. Makanan tersebut dapat melonjakkan kadar gula darah secara drastis. Untuk minuman sebaiknya hindari minuman yang bersoda karena minuman ini mengandung glukosa yang tinggi dan tidak ada efek kenyang sehingga membuat orang mengkonsumsinya lebih banyak.

Konsumsi Obat Diabetes Hari
Pengidap diabetes disarankan untuk konsumsi obat diabetes secara rutin atau jika yang suntik insulin dengan dosis yang sudah diatur oleh dokter yang menangani penderita. Meskipun penderita mengkonsumsi obat dan suntik insulin masih perlu menjaga pola makan dan berolahraga.

Cek kadar Gula Setiap Hari
Dengan cek kadar gula setiap hari, penderita diabetes dapat mengatur pola makan dan olahraga yang tepat untuk menurunkan kadar gula mereka. Selain itu cek HBA1C juga dapat dilakukan, HBA1C ini merupakan rekap kadar gula selama 3 bulan terakhir. Dari situ bisa dilihat seberapa baik tubuh Anda dalam merespon insulin. Cari tahu juga bagaimana cara terapi diabetes melitus tipe 2 yang paling efektif yang aman bagi tubuh Anda.